Minggu, 24 November 2013
Selasa, 05 November 2013
Yogya menyebalkan
dalam 3 hari
Daerah Istimewa
Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki keistimewaan yang banyak mulai dari
keistimewaan daerahnya dalam memilih gubernur dan wakil gubernur. Keistimewaan yaitu
kedamain yang tercipta di dalam keberagaman yang banyak mulai dari keberagaman
agama, budaya dan bahasa. Selain itu juga Yogya memiliki sebutan sebagai kota
pelajar karena banyaknya instansi – instansi kependidikan yang berada di Yogya
mulai dari sekolah dasar, menengah pertama, menengah lanjut dan juga
universitas, termasuk universitas terbaik di Indonesia juga berada di Yogya.
Provinsi
Yogya termasuk daerah yang lumayan sedikit, Yogya juga merupakan daerah yang ‘empuk’bagi
para perantau karena objek wisata yang banyak dan pabrik – pabrik yang banyak,
selain bagi perantau yang ingin bekerja tapi juga untuk para pencari ilmu
menjadi lahan ‘empuk’ karena banyaknya lembaga pendidikan yang berkualitas di
Yogya. Ini menyebabkan Yogya sebagai tempat yang enak untuk ditempati.
Tapi untuk
beberapa hari kemarin Yogya begitu menyebalkan karena TRANSPORTASI. Permasalahan
transportasi begitu sangat biasa, karena ini sering sekali terjadi tapi jika
tak diperbaiki dari sekarang malah akan membuat kepermasalahan yang komplek
kedepannya dan akan sulit unutk di pecahkan seperti yang terjadi di Jakarta.
Ya memang
kemacetan terjadi hanya pada daerah – daerah tertentu, dan waktu – waktu tertentu
tapi ini penting diperhatikan oleh pemrintah
daerah Yogya. Kemacetan yang sering dirasakan adalah di Jalan Adisucipto
atau daerah sekitar Amplas. Hampir setiap libur daerah tersebut akan mengalami
kemacetan yang sangat.
Weekand
kemarin dan hari libur Muharam tadi daerah tersebut macet, dan itu membuat kerugian terhadap orang
– orang yang melewati daerah tersebut, kerugian waktu dan kerugian bahan bakar.
Kemacetan ini disebabkan karena arus keluar – masuk Ambarukmo Plaza.
Permasalahan
ini seharusnya bisa diatasi dengan pemberdayaan angkutan umu yang layak dan
menambah jumlah armada trans Yogya.
Langganan:
Komentar (Atom)
