Judul : Dunia Anna
sebuah novel filsafat semesta (Anna. En fabel om klodens klima og miljØ)
Penulis
: Jostein Gaarder
Penerbit
: Mizan
T
terbit : 2014
Halaman
: 244
Ulasan
cerita
Novel yang dibuat oleh Pengarang
bestseller Dunia Sopihe ini menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan
yang bernama Anna berusia 16 tahun yang peduli terhadap perubahan iklim atau
yang terkenal dengan pemanasan global. Anna tepat tanggal 12.12.12 berulang
tahun yang ke 16 tahun dan tepat pada usianya yang 16 tahun tersebut akan
diberikan cincin warisan keluarganya yang diprediksi telah berusia ratusan
tahun dan berasal dari cerita Aladin 1001 malam. Anna seorang yang mempunyai
kelebihan dalam berimajinasi karena dia bisa merasakan berada dalam diri gajah,
firaun, bahkan didalam diri cicitnya. Dengan keadanya yang seperti itu mereka
berkonsultasi dengan psikiater bernama Dr. Benjamin dan disana Anna melakukan
obrolan yang selama ini dia tidak rasakan yaitu obrolan tentang perubahan alam
semesta ini.
Anna pun sering bermimpi tentang
cicitnya yang bernama Nova bahkan Anna pernah membuat surat buat cicitnya yang
berada pada tahun 2082 itu tepat pada usia 16 tahunnya “Nova sayang, aku
tidak tahu bagaimana rupa dunia saat kau membaca ini. tapi, kau tentu tahu. Kau
tau bagaimana kesudahan perusakan iklim, seberapa menurunya kondisi alam dan
mungkin tahu secara terperinci jenis-jenis hewan dan tumbuhan apa saja yang
telah punah...............ketika kita alih-alih menyebutkanya dengan kata
konsumsi atau pemanfaatan, itu mungkin karena kita tidak menyadari bahwa semua
itu ada batasnya. Cangkir tidak penuh. Satu kata yang hampir-hampir tidak
dipergunakan lagi ialah sebuah kata yang pendek yaitu cukup. Kita sebaliknya
menyandingkan diri dengan sebuah kata lain, yang juga pendek kita berkata
lagi.......para politisi berkata bahwa kita harus terus mencari minyak sampai
batas tetesan terakhir karena dunia membutuhkan energi lain. Dunis membutuhkan
lebih banyak minyak dan gas untuk mengentaskan orang-orang dari kemiskinan,
kata mereka. Tapi mereka bohong. Mereka tahu bahwa mereka tidak didorong oleh
kepentingan orang miskin. Mereka tentu saja sadar bahwa pembakaran minyak dan
batu bara yang dilakukan sikaya hanya akan memperparah kondisi si miskin,
.......sedikit sekali kesadaran bahwa generasi-generasi sesudah kita juga akan
memerlukan sebagaian dari energi ini. satu kata lagi yang jarang kami gunakan
yaitu kata berhemat.”
Novel ini
mungkin terlalu berfilsafat seperti Dunia Sophie, karena ceritanya lebih ringan
dan bahasanya pun mudah untuk dipahami. Walaupun alurnya sama seprti Dunia
Sophie yang satu berada dalam dunia ide dan yang lainnya berada dalam dunia
nyata.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar