Kamis, 19 Februari 2015

DUNIA ANNA

Judul : Dunia Anna sebuah novel filsafat semesta (Anna. En fabel om klodens klima og miljØ)
Penulis : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
T terbit : 2014
Halaman : 244
Ulasan cerita
            Novel yang dibuat oleh Pengarang bestseller Dunia Sopihe ini menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan yang bernama Anna berusia 16 tahun yang peduli terhadap perubahan iklim atau yang terkenal dengan pemanasan global. Anna tepat tanggal 12.12.12 berulang tahun yang ke 16 tahun dan tepat pada usianya yang 16 tahun tersebut akan diberikan cincin warisan keluarganya yang diprediksi telah berusia ratusan tahun dan berasal dari cerita Aladin 1001 malam. Anna seorang yang mempunyai kelebihan dalam berimajinasi karena dia bisa merasakan berada dalam diri gajah, firaun, bahkan didalam diri cicitnya. Dengan keadanya yang seperti itu mereka berkonsultasi dengan psikiater bernama Dr. Benjamin dan disana Anna melakukan obrolan yang selama ini dia tidak rasakan yaitu obrolan tentang perubahan alam semesta ini.
            Anna pun sering bermimpi tentang cicitnya yang bernama Nova bahkan Anna pernah membuat surat buat cicitnya yang berada pada tahun 2082 itu tepat pada usia 16 tahunnya “Nova sayang, aku tidak tahu bagaimana rupa dunia saat kau membaca ini. tapi, kau tentu tahu. Kau tau bagaimana kesudahan perusakan iklim, seberapa menurunya kondisi alam dan mungkin tahu secara terperinci jenis-jenis hewan dan tumbuhan apa saja yang telah punah...............ketika kita alih-alih menyebutkanya dengan kata konsumsi atau pemanfaatan, itu mungkin karena kita tidak menyadari bahwa semua itu ada batasnya. Cangkir tidak penuh. Satu kata yang hampir-hampir tidak dipergunakan lagi ialah sebuah kata yang pendek yaitu cukup. Kita sebaliknya menyandingkan diri dengan sebuah kata lain, yang juga pendek kita berkata lagi.......para politisi berkata bahwa kita harus terus mencari minyak sampai batas tetesan terakhir karena dunia membutuhkan energi lain. Dunis membutuhkan lebih banyak minyak dan gas untuk mengentaskan orang-orang dari kemiskinan, kata mereka. Tapi mereka bohong. Mereka tahu bahwa mereka tidak didorong oleh kepentingan orang miskin. Mereka tentu saja sadar bahwa pembakaran minyak dan batu bara yang dilakukan sikaya hanya akan memperparah kondisi si miskin, .......sedikit sekali kesadaran bahwa generasi-generasi sesudah kita juga akan memerlukan sebagaian dari energi ini. satu kata lagi yang jarang kami gunakan yaitu kata berhemat.”
            Novel ini mungkin terlalu berfilsafat seperti Dunia Sophie, karena ceritanya lebih ringan dan bahasanya pun mudah untuk dipahami. Walaupun alurnya sama seprti Dunia Sophie yang satu berada dalam dunia ide dan yang lainnya berada dalam dunia nyata.


Sabtu, 10 Januari 2015

20 tahun

              Tak terasa hidup di dunia ini sudah menginjak angka 2, ya angka yang jika dijumlah 1+1 dan jika dikurang 3-1 akan menghasilkan 2, angka yang harusnya mempunyai makna untuk orang yang menginjakkan kaki dan kehidupannya diangka itu. 2 yang dija 1+1=2 mengindikasikan kita harus lebih bermanfaat lagi untuk orang lain, kita harus lebih menambah teman, berbagi kebaikan kepada banyak orang. Dan jika 3-1=2 itu berarti bahwa umur kita di dunia ini berkurang, dan peringatan untuk selalu memperbaiki dan mempersiapka amal ibadah yang terbaik untuk bertemu dengan-NYA. 2 juga memiliki lekuk kebawah yang menandakan kita harus tambah rendah hati lagi, tambah sering untuk tanggan diatas. 
            Di usian yang sudah menginjakkan di 20 tahun iniharapan terbesar adalah mampu bermanfaat untuk orang lain selain itu menjadi lebih bijak sana dalam hidup tentu menjadi hal yang diinginkan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan di 19 tahun kebelakang adalah hal yang menjadi penting. masa 19 tahun kebelakang memberikan nasihat-nasihat yang harus diperbaiki kedepannya. Harapan dan impian untuk 2015 ini juga semoga tercapai. 

Minggu, 04 Januari 2015

PERJALANAN SELAMA INI 1 TAHUN INI


            Refleksi akhir tahun, emang cuman facebook aja yang bisa buat kaleidoskop foto kita selama 1 tahun aku juga gak mau kalah ngerangkum perjalananku selama 1 tahun ini. perjalanan di tahun2014 kayak hari ini diawalinya dikos pas tahun baruan gara-gara gak ada kendaraan buat keluar dan tempat tujuan juga sih, bedanya dari pergantian kemarin ialah aku ditemenin sama temen kos ku tapi hari ini aku sendirian dikos, tapinya sekarang ditemenin sama orang yang nyebelin, super-super nyebelin dan tau dia itu kejam tak berprikemanusiaan jangankan itu mungkin rasa pertemanan pun gaka da.
            Perjalanan aku mulai dari hal yang selalu aku banggain dalam hidupku walau kayaknya dibanding sama yang lain masih kalah jauh, yaitu dari keikutanku dalam organisasi ditahun ini aku sudah mulai ikut dalam organisasi-organisasi kampus, pertamanya sih dari magang pastinya, di awal-awal januari ini sibuk ngurusi SU atau LPJ tahunannya SCREEN, AL-ISLAH, HIMA PKnH ku padahal itu waktu ujian-ujiannya atau nggak pas waktu mau mudik. Kemudian waktunya oprek aku daftar HIMA sama SCREEN soalnya itu yang menurutku merupakan prioritas sekarang, kenapa aku gak ikut yang lainnya karena ada “sakit hati” yang terkubur.heheh. lalu udah itu aku ikut panitia OSPEK, panitia KPU dan ikut IM. Walaupun gak sepadat kayak temanku yang di Bandung yang punya 7 organisasi tapi dengan 2 organisasi inti dan 2 kepanitiaan yang insidental lumayan buat kewalahan juga buat bagi-bagi waktunya. Pengalaman yang aku dapat ialah berani buat bolos sekali-kali :D, berpikir hal-hal tidak satu tapi buat sebuah kemungkinan-kemungkinan yang rasional, teman baru pastinya, menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, berrelasi, PD dan yang pasti ialah jangan takut salah karena kita nggak tau kalau itu benar kalau kita nggak ngelakuin kesalahan tapi buat perbuatan-perbuatan yang udah digarisin sama agama, norma, hukum jangan sampai coba-coba karena udah ketahuan mana yang salah sama benarnya.
            Lalu masalah prestasi ni aku baru dapet 1 prestasi di tahun ini yaitu lolos penelitian fakultas lumayanlah buat pengalaman nglakuin penelitian, yang lainnya belum sukses ke koran ngirim 4 kali tapi ditolak semua, huh...mungkin harus berusaha lagi ya nambah-nambah bacaan, analisisnya sama ketajaman untuk mengangkat suatu topik. Lomba-lomba lainnya belum terjelajah buat tahun kemarin cuman ya PKM doang yang aku ikutin tetapi masih belum lolos sama masih nunggu kepastian hehe...inget kata temanku apa arti menunggu ya?
            Lalu buat kuliah ini nih masalah yang lumayan serius yang harus diperhatiin buat kedepan dan biar jadi pelajaran buat yang lain juga. Hahah sok bijak, ya gara-gara nggak ada motivasi yang tinggi untuk belajar jadi ogah-ogahan buat belajar apalagi cuman buat baca buku doang padahal itu penting loh. Trus ini penyakit kedua yang ada dalam diriku yaitu sok pinter dan sok tau padahal dibanding sama yang lain gak ada apa-apanya malah kayak debu yang kerjaanya cuman ngotorin doang, makanya IP sama IPK-nya mepet CUMLAUDE. Di semester ini malah ancur-ancuran kuliahnya, udah mah aku orangnya mood-moodan, gak bisa bagi waktu eh... penyakit-penyakit yang lain datang bersamaan yaitu penyakit malas dan sok-sokan huh malah nambah-nambah ancur deh kayak gelas pecah dari anak tanggal 10 nyampe ke lantainya udah serpihan-serpihan gak kebentuk. Tapi ya semoga aja nanti pas ujiannya lancar dan dapet IP yang melampau CUMLAUDE, biar bisa kuliah di Inggis dan ikut turun tangan merubah Indonesia. SEMANGAT, SEMANGAT menjelang UAS.
            Kemudian ini ni penutup perjalananku yaitu tentang masalah HATI bukan hati secara organ ya tapi hati yang tak terlihat. untuk perjalananku masalah ini cukup sulit juga sesulit-sulitnya kayak masalah kuliahku yang ancur tapi kalau ini ancurnya gak berkeping-keping tapi masih bisa diperbaiki. Hatiku yang telah terisi harus kosong gara-gara sikapku yang gak kooperatif dengan dia, dan komunikasi yang gak jalan penting banget tu komunikasi karena kalau gak jalan berabe karena bisa merembet ke yang lain apalagi aku orangnya parnoan alias sering merasa curiga orangnya, tapi walau sudah berakhir kita tetap menjadi baik kok ya walau aku yang terlalu merpotkan dia padahal dia udah punya dunia lain lagi hahahahha tapi gak papa ya tak repotin toh bukan tentang hati tapi tentang otak.
            Kini pergantian tahun, walau banyak pro kontra tentang merayakannya bagi kalangan muslim tapi bagiku ini merupakan momen yang baik untuk bermuhasabah selama 1 tahun kita diberi kehidupan oleh ALLAH di dunia ini gak perlu happy-happy kelewatan yang penting bagaimana kita bisa membuat perbaikan di tahun depannya?. Makanya itu aku juga harus memperbaiki masalah-masalah yang ada ini dengan jalan.
1.      NIAT BUAT MENUNTUT DAN MENAMBAH ILMU LILLAH
2.      JANGAN LUPA UNTUK BERDEKAT_DEKATAN DENGAN-NYA
3.      JANGAN MENUNDA_NUNDA PEKERJAAN.
4.      RAJIN BACA BUKU PENTING TU!
5.      NULIS,NULIS,NULIS BUAT AMALMU NANTI KALAU DITANYA
6.      MANAJEMEN WAKTU PERLU BANGET
Ini de nanti step-step jelasnya dibuat sendiri aja. Harapan buat Tahun Baru ini entah itu tahun baru islam atau masehi aku selalu berharap bahwa ada peningkatan dalam kehidupanku dari segi spiritual, intelektual dan emosional biar bisa bermanfaat untuk orang lain dong.


Senin, 14 April 2014



FUNGSI PARTAI YANG LUNTUR DIMAKAN KEKUASAAN
Tahun 2014 sudah kita lalui 1 bulan, selanjutnya bulan februari akan kita songsong tidak kurang lagi 73 hari menuju Pemilu legislatif di tanggal 9 April ini. Komisi Pemilihan Umum ( KPU) sudah mulai membagikan logistik untuk pemilu mulai dari surat suara, Berita Acara Pemilihan, ke semua KPU provinsi, Kabupaten, KPPS dan PPS di semua Indonesia.
Selain itu para para calon –calon sudah mulai berkampanya, seperti dengan blusukan langsung mendengarkan kluh kesah masyarakat, ada dengan mendatangi posko-posko pengungsian, ada yang memasang foto-foto mereka di sepanjang jalan, bahkan ada yang menggunakan jejaring sosial seperti Facebook, twitter untuk berkampanye.
Rakyat pun sudah mulai menyeleksi siapa yang akan menjadi penyambung lidahnya. Tapi sayang pengetahuan mereka kurang terhadap PEMILU terlihat dari wawancara yang dilakukan oleh sebuah stasiun televisi nasional terhadap masyarakat rata-rata mereka tidak mengetahui tentang waktu pelaksanaan, jumlah peserta, dan kursi yang akan diperebutkannya. Walau itu tidak bisa dijadikan acuan untuk menyatakan bahwa rakyat tidak tau tentang Pemilu ini.
Pembelajaran politik ini harus menjadi prioritas bagi semua agar terpenuhi asas pemilu yang luberjurdil ini, peran parpol di sini sangan di perlukan karena salah satu fungsi parpol adalah untuk memberika  politic education untuk masyarakat. Pendidikan politik ini bisa dengan kampanye yang baik dalam artian tidak adanya money politic dan kampanye hitam, serta rekrutmen kader yang selektif, serta para parpol ini tidak memberikan janji-janji surgawi yang tidak akan dilakukan nanti.
Tapi melihat realitas sekarang politik pendidikan ini jarang dilakukan oleh parpol-parpol baik sebelum,saat dan sesudah pemilu kebanyakan mereka hanya mengurusi tentang bagaimana mendapatkan suara yang banya dengan simpati dan pencitraa, serta bagaimana suara mereka tetap tinggi di pemilu yang akan datang, serta bagaimana mempertahankan suara itu agar tidak berpindah tempat ke parpol lain.
Para caleg pun kebanyakan hanya melakukan kampanya standar dalam artian hanya mengumbar janji, bagi sembako dan hiburan dengan musik dangdut. Para caleg tidak memberikan pendidikan politik seperti memberitau tentang tata cara pemilihan, fungsi dari rakyat dan caleg tersebut, serta solusi yang mereka berikan untuk menyelesaikan maslah-masalah di negeri ini
Keadaan seperti ini harus dirubah agar demokrasi kita menjadi baik, seperti yang sering orang-orang berdasi katakan di dewan agar pdemokrati, makanya fungsi itu hendaknya difungsikan kembali, dengan cara rekrutmen kader partai yang diperbaiki selain mencari yang tajir juga yang memang mempunyai visi dan misi yang kuat untuk membangun negeri ini, serta inovatif dalam berkampanye, atau mungkin hal yang jarang dilakukan adalah memberikan beasiswa pendidikan kepada para anak muda kita.
Demokrasi yang akan kita hadapi ini sesungguhnya akan berjalan baik jika kita berintegrasi untuk membuat ini baik. Dan itu dimulai dari partai politik sebagai kelompok politik.



















FUNGSI PARTAI YANG LUNTUR DIMAKAN KEKUASAAN
Tahun 2014 sudah kita lalui 1 bulan, selanjutnya bulan februari akan kita songsong tidak kurang lagi 73 hari menuju Pemilu legislatif di tanggal 9 April ini. Komisi Pemilihan Umum ( KPU) sudah mulai membagikan logistik untuk pemilu mulai dari surat suara, Berita Acara Pemilihan, ke semua KPU provinsi, Kabupaten, KPPS dan PPS di semua Indonesia.
Selain itu para para calon –calon sudah mulai berkampanya, seperti dengan blusukan langsung mendengarkan kluh kesah masyarakat, ada dengan mendatangi posko-posko pengungsian, ada yang memasang foto-foto mereka di sepanjang jalan, bahkan ada yang menggunakan jejaring sosial seperti Facebook, twitter untuk berkampanye.
Rakyat pun sudah mulai menyeleksi siapa yang akan menjadi penyambung lidahnya. Tapi sayang pengetahuan mereka kurang terhadap PEMILU terlihat dari wawancara yang dilakukan oleh sebuah stasiun televisi nasional terhadap masyarakat rata-rata mereka tidak mengetahui tentang waktu pelaksanaan, jumlah peserta, dan kursi yang akan diperebutkannya. Walau itu tidak bisa dijadikan acuan untuk menyatakan bahwa rakyat tidak tau tentang Pemilu ini.
Pembelajaran politik ini harus menjadi prioritas bagi semua agar terpenuhi asas pemilu yang luberjurdil ini, peran parpol di sini sangan di perlukan karena salah satu fungsi parpol adalah untuk memberika  politic education untuk masyarakat. Pendidikan politik ini bisa dengan kampanye yang baik dalam artian tidak adanya money politic dan kampanye hitam, serta rekrutmen kader yang selektif, serta para parpol ini tidak memberikan janji-janji surgawi yang tidak akan dilakukan nanti.
Tapi melihat realitas sekarang politik pendidikan ini jarang dilakukan oleh parpol-parpol baik sebelum,saat dan sesudah pemilu kebanyakan mereka hanya mengurusi tentang bagaimana mendapatkan suara yang banya dengan simpati dan pencitraa, serta bagaimana suara mereka tetap tinggi di pemilu yang akan datang, serta bagaimana mempertahankan suara itu agar tidak berpindah tempat ke parpol lain.
Para caleg pun kebanyakan hanya melakukan kampanya standar dalam artian hanya mengumbar janji, bagi sembako dan hiburan dengan musik dangdut. Para caleg tidak memberikan pendidikan politik seperti memberitau tentang tata cara pemilihan, fungsi dari rakyat dan caleg tersebut, serta solusi yang mereka berikan untuk menyelesaikan maslah-masalah di negeri ini
Keadaan seperti ini harus dirubah agar demokrasi kita menjadi baik, seperti yang sering orang-orang berdasi katakan di dewan agar pdemokrati, makanya fungsi itu hendaknya difungsikan kembali, dengan cara rekrutmen kader partai yang diperbaiki selain mencari yang tajir juga yang memang mempunyai visi dan misi yang kuat untuk membangun negeri ini, serta inovatif dalam berkampanye, atau mungkin hal yang jarang dilakukan adalah memberikan beasiswa pendidikan kepada para anak muda kita.
Demokrasi yang akan kita hadapi ini sesungguhnya akan berjalan baik jika kita berintegrasi untuk membuat ini baik. Dan itu dimulai dari partai politik sebagai kelompok politik.






















LPTK dalam masalah
“mencerdaskan kehidupan rakyat” bunyi dari pembukaan Undang-Undang dasar alinea ke 4, atau merupakan tujuan dari negara Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka diselenggarakan wajib belajar. Wajib belajar yang diadakan oleh pemerintah ini diharapkan bisa mencapai tujuan yang disebutkan dalam pembukaan undang –undang dasar. Wajib belajar ini dimuali dengan wajib belajar 9 tahun dan sekarang bertambah menjadi wajib belajar 12 tahun. Selain dengan adanya wajib belajar pemerintah pun mengeluarkan kebijakan yaitu BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) untuk SD dan SMP. Kebijakan-kebijakan yang ada hanya mengubah sedikit dari kegelapan pendidikan kita, karena setelah kebijakan-kebijakan itu dikeluarkan ternyata banyak masalah-maslah baru yang muncul berupa tata cara pengolahan BOS dan sumber guru yang kurang kompeten.
            Permasalahan tentang guru memang sudah sejak lama terjadi, kehidupan guru yang sering disebut sebagai “ pahlawan tanpa tanda jasa” selalu menjadi problem yang setiap hari guru diangkat dan diperbincangkan di media masa. Kehidupan guru yang jauh dari kelayakan sering menjadi gambaran yang diperlihatkan oleh media masa guru yang menjadi tukang ojek, guru yang menjadi pemulung dan sebagainya sudah menajdi hal yang biasa diperlihatkan. 
Selain permasalahan tentang kelayakan hidup guru juga tentang Kuwalitas keilmuan yang dimiliki guru yang sekarang muali dilirik dan diperhatikan. Banyak sekolah-sekolah terutama sekolah-sekolah yang berada di pedesaan atau sekolah yang kekeurangan guru sering menjadikan seorang guru memegang mata pelajaran bukan ahlinya dan ini menjadi masalah karena apa yang akan mereka ajarkan pada anak didiknya jika dia tidak ahli dalam bidang tersebut. Selain itu kebanyakan guru-guru yang ada hanya teks book  apa yang ada di dalam buku paket, tidak mencari sumber lain sebagai refernsi dia untuk mengajar yang membuat anak didiknya susah untuk mengembangkan dirinya karena terkungkung oleh buku-buku paket yang kualitasnya  masih belum jelas, rendahnya kuwalitas guru dalam membaca juga membuat wawasan guru sempit sehingga tidak bisa mengembangkan diri dalam mengajar.
Pola-pola seperti ini hendaknya mulai dirubah, guru sebagai pendidik dan pengajar hendaknya keluar dari lingkaran kekakuan sekolah, hendaknya guru mempersiapkan diri sebelum mengajar dengan cara membaca atau mencari sumber-sumber ilmu lain yang valid untuk mengajar sehingga tidak terjadi kekakuan ketika belajar dan mengembangkan keadaan kelas.
Pemerataan guru sangat perlu dilakukan agar tidak terjadi pertimpangan yang mengakibatkan kesenjangan dibeberapa daerah. Dengan adanya program-program mengajar ke daerah-daerah terpencil dan rotasi disekolah-sekolah yang memilik banyak guru ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Adanya beasiswa-beasiswa untuk guru-guru yang berprestasi agar memotivasi guru untuk berkarya.
Dengan adanya kejasama antara pemerintah dan guru diharapkan apa yang dicita-citakan tercapai dan indoneisa maju. Jikan tidak dimulai sekarnag mau kapan lagi. Perbaikan itu juga harus dimuali dari kampus-kampus pencetak guru-guru, membuat para guru yang mampu hidup dalam sistem pendidikan dan mengembangkan peserta didik. Kampus hendaknya mampu mencetak orang-orang seperti itu yang tidak hanya IPK tinggi dikampus namun tak berarti apapu ketika mereka terjun dalam sekolah-sekolah yang kaku.


KEBIJAKAN AKHIR TAHUN: PRO RAKYAT ATAU PEJABAT?
Tinggal 3 hari menuju tahun baru 2014, semua orang sudah bersiap-siap menyambut tahun baru 2014 mulai dari para pedagang yang sudah ramami berdagangan terompet dan pernak-pernik lainya, serta televisi-televisi yang mulai memutar kembali moment-moment di sepnjang 2013.
 Tahun baru 2014 ini akan sangat istimewa karena pada tahun ini akan terjadi pertukaran pemegang kekuasaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sekarang menjadi presiden kepada pemenang pemilu nanti.
            disisa-sisa masa kekuasaanya ini SBY sapaan akrabnya muali mengluarkan kebijakan-kebijakan baru yang akan diwarisi kepada penerusnya nanti. Dikabarkan oleh Kompas.com bahwa Presiden SBY sudah menyetujui Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu dan juga Perpres Nomor 106 Tahun 2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.
            Peraturan ini akan berlaku bersamaan dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) pada 1 Januari 2014. Peraturan ini dibuat dengan alasan melihat resiko dan beban kerja para pejabat (pemimpin) yang lumayan tinggi. Dana yang akan digunakan diambil dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara). Selain di pusat ini juga akan diberlakukan di daerah dengan Peraturan Mentri Kesehatan dan mengambil dari dana APBD Daerah.
            Penandatangan Perpres ini menciderai rakyat karena kita tahu pelayanan kesehatan di negeri ini sangat tidak adil terutama untuk orang-orang miskin. Kita masih ingat dengan tewasnya seorang bayi di lobi rumah sakit gara-gara rumah sakit tersebut tidak mau menerima sebelum orang tua bayi itu menyelesaikan administrasi. Apalagi dengan memberi tunjangan kepada para pejabat tidak tanggung-tanggung tunjangan itu beruba berobat geratis ke luar negeri. Harusnya tunjangan itu diberikan untuk orang-orang miskin yang sakit dan digeratiskan untuk berobat di seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia
            Para pejabat yang sudah bergaji tinggi harusnya tidak perlu diberi tunjangan untuk kesehatan apalagi untuk berobat ke luar negeri, mereka bisa menggunakan uang gajinya untuk berobat keluar negeri biarkan uang APBN untuk orang-orang miskin atau mereka bisa berobat didalam negeri biar pelayanan kesehatan dan teknologi kedokteran di Indoensia meningkat dengan uang yang pejabat berikan kepada rumah saki.
            Biarkan tunjangan ini digunakan untuk hal lain seperti untuk pendidikan, sarana-prasaran agar tidak kebuang percuma. Apalagi tunjangan ini diberikan kepada Anggota DPR, mereka kerjanya cuma tidur saat rapat atau aktif ketika ada satu persoalan yang menyangkut partainya atau kekuasaanya. Untuk apa mereka diberi tunjangan? Jika kerjaan mereka hanya tidur saat rapat, atau tidak hadir pada sidang paripurna.
Menilik Kebijakan JAMKESMAS
            Kebijakan JAMKESMAS yang akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2014 ini diambil dari iuran masyarakat menengah ke atas. Kebijakan ini memang baik memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin untuk bisa berobat gratis di rumah sakit, hanya saja kebijakan ini seakan berbau politik apalagi diberlakukan pada tahun 2014 yang kita tahu sebagai tahunnya pemilih.
            Seakan ini menjadi alat untuk mendapatkan suara pada 2014, tidak beralasan karena kebijakan ini kan berlaku pada 1 januari dan prosesnya bertahap sampai 2019. Selain itu biaya yang akan diberikan kepada yang sakit dibawak kata layak unutk biaya di puskesmah seharga Rp.3.000 - 6.000, di rumah sakit Rp. 8.000-10.000 sedangkan biaya kesehatan setiap tahun meningkat, penyakit pun mulai bervariasi, dan obat-obat akan bertambah naik harganya.
            Makanya tidak salah jika kita melihat program ini hany untuk mengambil hati rakyat agar mereka bisa tetap eksis dalam pemerintahan.
            Program JAMKESMAS hendaknya nanti ketika berlaku tidak menimbulkan konflik antara kelas-kelas yang ada untuk menghindari itu pemerintah harus mulai mensosialisasikan ini dnegan giat ke berbagai kalangan agar nantinya tidak menjadi perogaram untuk klangan tertentu saja. Perpres tentang tunjangan sebaiknya dikaji ulang agar tidak terjadi konflik-konflik yang akan memperkeruk keadaan Indonesia sekarang, sebaiknya perpres ini dicabut saja.